//
you're reading...
Arum Jeram

Arum jeram olahraga maut?

Itulah yang tersirat ketika mendengar kata rafting/arung jeram yang mulai dirintis mulai tahun 1970-an itu. Olahraga yang “membawa maut”, itu semua bisa antisipasi dengan peralatan standar yang kita gunakan.

Memang pada masa perintisan olahraga arung jeram(rafting), acap kali olahraga ini memakan banyak sekali korban yang dapat membuat kita untuk berfikir dua kali untuk melakukan olahraga ini. Namun jangan pernah menyalahkan olahraga ini, karena itu semua terjadi karena kurangnya pemahaman dan pengalaman para individunya masing-masing. Seperti pada kejadian di event yang diselenggarakan di sungai citarum jawa barat yang menelan 7 korban sekaligus.
Kejadian tersebut setelah ditelaah ternyata sangat menyedihkan. Pemahaman yang kurang terhadap olahraga ini, segi peralatan yang minim dan pengalaman yang tidak memadai menjadi unsur penyebab jatuhnya banyak korban. Seperti mengikatkan tubuhnya pada perahu dengan menggunakan tali. Mungkin mereka berpikir bahwa cara tersebut dapat mengamankannya jika perahu terbalik sehingga dia akan dapat dengan mudah meraih perahu. Padahal itu semua adalah kebalikannya, saat perahu terbalik mereka tidak dapat berbuat apa-apa, mereka akan terus terseret perahu sehingga merekapun tak berdaya. Bahkan helm pun mereka belum kesemuanya menggunakan. Wajar dong kalau itu semua terjadi.
Dengan adanya peristiwa tersebut perkembangan olahraga arum jeram semakin tersendat, ijin-ijin untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut semakin tidak bisa keluar bahkan dilarang.
Pada tahun 1980-an, olahraga tersebut kembali menghidupkannya dengan ajang perlombaan. Namun hasil buruk sama yang dicapai. Kembali korban berjatuhan. Dengan penyebab yang masih sama.
Dan pada tahun 1990-an ada event yang sama dilaksanakan. Dan masih saja berjatuhan korban. Denganalasan yang sama pula.
Kemudian munculah Federasi Arum Jeram Indonesia yang merupakan wadah bagi para pecinta olahraga ini. Mereka semua berkumpul untuk menyamakan persepsi. Baik itu dalam hal peralatan safety dan lainnya yang mengandung unsur untuuk men-standart-kan pelaksanaan olahraga ini. Dengan adanya standarisasi tersebut, mulailah arum jeram semakin aman untuk dilaksanakan dan menjadi olahraga wisata bagi orang-orang yang lelah dan penat dengan aktivitasnya sehari-hari. Dengan melakukan olahraga ini, bisa menjadikan kita kembali segar untuk memulai aktivitas sehari-hari.
Sehingga salah jika orang mengatakan olahraga ini merupakan olahraga “pembawa maut”.
Selamat mencoba.

 

About Hijaukubumiku

Jangan Pernah berhenti Untuk memperkecil Kerusakan lingkungan Satu Pohon seribu Kehidupan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Coretan Dinding

%d bloggers like this: