//
you're reading...
Adventure

Di Manakah Puncak Tertinggi di Dunia?

Di Manakah Puncak Tertinggi di Dunia?

Kamu tahu kan, permukaan bumi ini tidak datar. Ada lembah, dataran tinggi, juga gunung yang menjulang tinggi. Kalau di Indonesia kita mengenal Gunung Semeru sebagai salah satu puncak tertinggi di Indonesia, lalu di manakah puncak atau titik tertinggi di dunia ini? Puncak tertinggi itu terletak di puncak Mount Everest yang ketinggiannya mencapai 8.848 meter di atas permukaan laut. Mount Everest sendiri terletak di wilayah Nepal dan Tibet dan termasuk dalam rangkaian pegunungan Himalaya.

Lalu, kenapa dinamakan Mount Everest? Nama ini diberikan sebagai penghargaan kepada Sir George Everest, pendaki asal Inggris yang pertama kali menemukan puncak tertinggi dunia ini pada 17 Januari 1841. Walau merupakan penemu, bukan berarti Everest-lah orang pertama yang berhasil mencapai puncak tertinggi ini. Asal tahu saja, George Everest sendiri tidak berhasil mencapai puncak gunung ini.

Puncak Mount Everest baru bisa ditaklukkan pada 29 Mei 1953 oleh Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Tenzing Norgay, seorang penduduk asli Nepal. Mereka adalah anggota ekspedisi Inggris yang dipimpin oleh Sir John Hunt. Tim ini berangkat dari Kathmandu, Nepal, pada 1 Maret 1953, dan melakukan pendakian dari sisi selatan yang pada saat itu dikenal sebagai lereng yang tidak mungkin dapat didaki. Namun, Hillary dan Norgay membuktikan bahwa pendakian dari sisi selatan pun bisa dilakukan dan sukses. Pada masa-masa setelah Peran Dunia II, peluang untuk menaklukkan puncak Everest memang makin besar karena mulai adanya peralatan yang lebih baik sehingga kegiatan mendaki gunung, termasuk gunung bersalju seperti Everest, menjadi lebih mudah. Alat-alat itu misalnya crampon atau kait logam dan kain ultra hangat.

Mungkin kamu bertanya, siapa yang pertama kali mengukur ketinggian gunung ini? Dia adalah Radhanath Sikdar, juru ukur dan pakar matematika dari India. Melalui perhitungan trigonometrik pada 1852, Sikdar menyatakan Everest sebagai puncak tertinggi. Perhitungan ini dilakukan menggunakan teodolit dari jarak 150 mil di India.

Harian Suara Pembaharuan

 

About Hijaukubumiku

Jangan Pernah berhenti Untuk memperkecil Kerusakan lingkungan Satu Pohon seribu Kehidupan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Coretan Dinding

%d bloggers like this: